adalah bagian kecil dari hidup, agar ia tak redup. Sesuatu yang ingin diabadikan, namun tak mungkin akan bertahan sebab pada masanya ia pasti pergi. Tulisan barangkali bisa menjadi titik temu; antara gagasan, tanya, rasa, harapan, kebenaran, juga pencarian jawaban. Menyatu dalam sebuah bingkai berisi catatan-catatan sederhana. **(lsmdnt@catatan.aksara)**

Tentang saya :)

Total Pengunjung

Yuks menelusuri..

27 Jun 2021

Kita pernah saling..

Juni 27, 2021 0 Comments




Dalam hening tepian senja

Kita pernah berseloroh untuk saling menjaga

Saling melepas apa-apa yang pernah menyakitkan satu sama lain

Saling berpesan agar terus menjadi 

manusia yang baik lakunya

Sebab kita sama. Pernah jatuh pada jurang terdalam kecewa


Pada sunyi di sudut sebelum fajar

Kita pernah saling mengingatkan untuk bangun segera

Bangkit mengambil sejuk yang menusuk sampai tulang

Lalu bersujud menghamba sembari khusyu' berdoa

Sebab kita sama. Ingin melangkah bangkit tanpa bergantung pada manusia


Terimakasih

Aku belajar banyak darimu

Dalam perenungan hidup. Rupanya kau menghidupkan malam malam sunyi kala orang orang terlelap

Dalam penyembuhan luka. Rupanya kau melepas rasa sakit ulah manusia

Semakin mendekat pada-Nya


Hingga pada jarak kita yang tak selalu sama

Selalu ku panjat doa

Agar engkau senantiasa hidup bahagia

Dan mendapat tempat terbaik sebagai hamba..


*****

-Catatan Aksara-

Lusi Murdianti♥️

Bagaimana mengukur hati?

Juni 27, 2021 0 Comments




Bagaimana mengukur hati

Bila mana kita tidak punya

Parameter

Atau alat lain yang mampu

Mengira seberapa dalam

Menerjemah seberapa rumit

Menjawab sekuat apa atau serapuh apa ia


Bagaimana menjelajah hati

Untuk tau sebuah rahasia

Yang tesembunyi di sudut sudut

Yang merintih di dinding-dinding

Sesering apa ia bekerja

Sekeras apa ia menjaga


Bagaimana memeriksa hati

Jika tidak pernah ia diguna

Jika tak sempat ia diraba

Sibuk oleh kemelut 

Dunia yang tidak henti

Minta dilaksana


Bagaimana menyembuhkan hati

Yang barangkali bengkak oleh dipuji

Patah sebab diinjak

Luka karna ditikam

Bagaimana

Membuatnya rendah oleh rasa takut yang amat

Pada pemilik yang punya kuasa membalik



Mari kita uji

Seberapa peka ia

Saat dipanggil

Oleh yang punya

Apakah

Segera bergegas ia?


*********

-Catatan Aksara-

Lusi Murdianti♥️





30 Apr 2021

Ramadhan kali ini

April 30, 2021 0 Comments

 


Bismillah, 

Assalamualaikum...

Apa kabarnya teman-teman?

Bagaimana Ramadhan tahun ini?

Bagaimana 20 hari yang sudah terlewati di bulan suci ini?

Semoga kita tetap sehat, dapat beraktivitas dengan baik, juga dapat memaksimalkan ibadah kita ya.. Aamiin..


Tidak terasa, Ramadhan tinggal 10 hari lagi. Sedih rasanya harus berpisah dengan bulan yang kedatangannya selalu kita tunggu-tunggu. Sebab belum tentu tahun depan kita bisa berjumpa lagi. Oleh karena itu, kita harus lebih meningkatkan lagi amal ibadah kita. Shalat wajib tepat waktu (berjamaah bagi yang Ikhwan), Shalat rawatibnya dijaga, Shalat Sunnah yang lain seperti dhuha, tarawih, tahajjud, witir, dll), Tilawah lebih ditingkatkan lagi dengan kualitas bacaan yang juga harus terus kita perbaiki, Zakat yang kita tunaikan serta lebih sering berbagi untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan.


Alangkah beruntungnya jika kita bisa memperoleh keutamaan-keutamaan yang ada di 10 malam terakhir ini. Ampunan, keberkahan, dan juga moment yang kita tunggu yaitu malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Alangkah bahagianya kita saat malam itu datang, kita bisa memaksimalkan ibadah kita dengan kualitas amal yang juga terbaik...


Ya Allah.. semoga kami para hamba-Mu dapat bertemu dan beribadah di Lailatul Qadr yang Engkau janjikan dengan amalan terbaik kami.. Aamiin..

Ayok kita tetap semangat menjalankan ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan ini ditengah aktivitas/kesibukan yang mungkin tidak bisa kita tinggalkan. Apapun itu, ibadah tetap harus menjadi prioritas di kondisi apapun kita. 

Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT wahai Saudaraku 😊..


Aamiin Ya Rabb 

12 Apr 2021

Selamat Datang Bulan Suci ❤️

April 12, 2021 1 Comments


Bismillah..

Welcome Ramadhan..

Selamat datang bulan suci..

Semoga dengan kedatangannya, kita semua terlatih menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalani hidup; dalam menjalankan amanah kita sebagai Insan. Hingga hayat berakhir dan kembali pada-Nya..


****

Bersyukurlah kita sebagai hamba yang masih Allah perkenankan menjumpai bulan suci ini. Ramadhan yang di dalamnya melimpah ruah keberkahan, Ramadhan yang di dalamnya bertabur pengampunan, Ramadhan yang punya berjuta-juta keutamaan, Ramadhan bulan suci yang mensucikan.


Sudah sepatutnya kita selalu mengintropeksi diri atas khilaf, salah, lalai, malas barangkali, dan juga dosa-dosa yang kita kerjakan. Every day. Yang kita sadari, tidak kita sadari, kita sengaja, kadang juga tidak disengaja..


Ramadhan ini menjadi tempat kita berlatih. Mentraining diri sendiri dalam mengikat hawa nafsu, meredam emosi dan ego diri, kita juga belajar mengencangkan ibadah, meningkatkan kualitasnya, menjadi manusia yang lebih sabar,  lebih peka dan peduli dengan sesama sehingga cita-cita kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dapat terlaksana.


Yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana setelah Ramadhan berlalu, ketika memasuki Syawal dan bulan bulan setelahnya. 

Akankah kita bisa konsisten dengan amalan amalan kita? 

Akankah kita bisa mempertahankan kesabaran dan kepedulian kita?

Harusnya bisa.  

Sebab 30 hari adalah waktu yang cukup untuk menempa diri dan membentuk kebiasaan.Agar kita menjadi insan yang lebih baik setiap hari dan setiap saat. 

Ingatlah bahwasanya setiap hembusan nafas kita adalah untuk Ilah. Allah SWT...

****

Jadi, di hari terakhir menjelang Ramadhan ini. Kita luruskan lagi niat. Mengingat kembali tujuan kita hidup di dunia adalah untuk Ibadah kepada Allah. Bukan untuk mengejar materi. Materi hanyalah washilah yang mengantarkan kita pada penghambaan kepada Allah...

****


Semoga lancar dan dipermudah yaa urusan kita semua... Aamiin ya Rabb ❤️

14 Des 2020

Desember

Desember 14, 2020 0 Comments




Dalam hidup kamu tidak bisa memaksa.

Tak bisa menuruti semua maumu saja.

Sebab apa?

Sebab kau tak punya kuasa untuk mengatur segalanya.


Dalam hidup kamu tak bisa banyak menuntut.

Mengikuti jalan fikiranmu yang kadang tak runut.

Mengapa?

Karna kamu hanya makhluk biasa.

Alpa dan dosa pasti ada.


Desember..

Tanpa alasan yang pasti, hati ini menghangat sejenak.

Setelah dingin yang mematikan teramat sangat.

Membelenggu dalam prasangka.

Berkubang dengan diam yang bersemayam.


Semoga ...

Semoga ini adalah awal yang baik.

Untuk  dia yang pernah merasakan titik terendah dalam kecewa.



Tuhan, tolong..

Buatlah dia faham dan mengerti cara terbaik memaafkan.

Membalas luka dengan bahagia..

Memupus sedih dengan tawa..

Lalu tersenyum lembut seraya berkata

"Harapan itu masih ada".. 

*******


#Catatan.Aksara

#lsmdnt


12 Nov 2020

Everything is OK

November 12, 2020 0 Comments

 



Melangkahlah dengan tenang.

Tapaki satu demi satu pijakan yang ingin kamu tuju.

Rasakan dengan perlahan setiap langkah yang kamu ayunkan.

Nikmati..

Jaga rasa bahagia dengan senyum tulus dari hati. 

Tawa renyah menguar yang menular bagi sekitar..

Semuanya indah. Bagi kamu yang selalu berbaik sangka. Terhadap takdir, terhadap peristiwa, terhadap semuanya..



Everything is ok, dear..

Apapun yang terjadi, semua akan baik-baik saja.

Tersenyum lah. 

Jangan pernah berubah ..

Tetap disana dengan keyakinan yang sama.


-Catatan Aksara-


7 Des 2019

Kita bisa apa

Desember 07, 2019 0 Comments




Kita ingin difahami.
Bicara kita dimengerti tanpa tersalah arti.
Maksud kita di respon dengan baik tanpa dibumbui prasangka yang keliru.
Itu yang kita inginkan bukan?

Tentu saja
Kita selalu ingin seperti itu.
Tapi apa daya.
Lisan kadang tak terlalu mampu menyampaikan itu semua.
Dan setiap orang punya telinga, mata dan fikiran yang berbeda untuk memahaminya..

Akhirnya diri sadar bahwa tidak semua harus dijelaskan.
Ada hal yang sejatinya cukup kita simpan.
Kita tahan sendiri tanpa banyak yang tau.
Namun memang,
Ada hal yang jika tak kita katakan akan jadi pembenaran.
Namun saat disampaikan, dinilai sebagai sesuatu yang berlebihan.
kita bisa apa?

Aku yakin
Jika hati sudah terpaut,
Entah sebab persahabatan ataupun persaudaraan. Hal kecil seperti ini tentu dengan sangat mudah difahami.
Tanpa takut tersalah arti dan menimbulkan sangka di hati.
Memahami dan memaafkan adalah pelajaran berharga yang harus selalu kita pegang di setiap perjalanan.

Bismillah.. 💪



#catatanaksara

20 Apr 2019

Melangkah Kembali

April 20, 2019 0 Comments


Beruntunglah makhluk-makhluk merdeka.
Siapa saja mereka yang berani melangkah kembali meninggalkan masa lalu.
Sesuatu yang sudah semestinya tak perlu ditangisi dan diingat-ingat lagi.

Beruntunglah orang-orang yang rela berjalan jauh demi sampai ke titik ini.
Tempat di mana kita hanya akan membicarakan tentang hari ini dan hari-hari ke depan.
Bukan hari kemarin yang telah dilewatkan atau mungkin saja akan kita tertawakan.
Lalu melangkah dengan ritme yang cepat menjadi pilihan yang tepat.

Kita pernah terjatuh, terluka, kecewa dan berair mata.
Kita pernah melakukan hal keliru yang menimbulkan penyesalan dan tanda tanya.
Apakah setelah itu kita memutuskan berhenti berjuang sebab merasa takut tak sampai tujuan?

Aku yakin.
Hidup adalah perjalanan.
Tidak semua hal di dalamnya menyenangkan bukan?
Arusnya terkadang lurus, kadang juga lamban.
Jalannya juga tak selalu mulus, pasti akan ada kelokan kecil, atau bahkan tikungan.
Tak melulu terisi bahagia dan cinta .
Ada juga cacian dan pengkhianatan.


Apa karena semua itu kita memilih menyerah?
Pasrah dan berhenti berusaha dengan dalih bertahan dan butuh ketenangan?
Lalu mengatakan ini adalah akumulasi dari ketidakberdayaan.

Bagiku itu alibi.

Manusia cerdas tentu tak melihat itu semua sebagai alasan.
ia dengan segenap kelapangan hati dan jiwa akan memandang inilah dinamika perjalanan.
Apapun yang terjadi, kita mesti tetap berpijak pada kenyataan bahwa langkah kita selalu diawasi Tuhan.
Senang, sedih, keberhasilan, kegagalan, Tuhan sudah menyiapkan itu semua.

Tuhan Yang Maha Dekat ingin terlebih dahulu melihat usaha kita.
Seberapa tangguh, seberapa gigih, seberapa besar upaya kita untuk terus melaju dan bangkit dari keterpurukan.

Jadi, melangkahlah kembali.

Kerahkan segenap energi yang kita miliki untuk melewati hari ini dan hari-hari selanjutnya.
Yakinlah, segala hal yang kita anggap beban berangkali merupakan ujian yang akan menghantarkan kita menuju kebahagiaan.

Garis takdir, kita harus percaya.
Apapun , baik itu kenangan atau bekas luka yang ada justru membuat kita semakin dewasa.
Menyadarkan bahwa sehebat apapun manusia, ia tetap makhluk Tuhan yang tak berdaya di hadapan Pencipta-nya.
Namun bukankah Tuhan meminta kita untuk selalu berjuang di setiap keadaan?

Ya Berjuang, kita harus berjuang.
Jangan pernah patah semangat..


Sekarang, tatap bayangan di depanmu dan bisikkan:
"Melangkahlah kembali wahai diri"..
🤗🤗🤗
******
@Catatan.Aksara💙

26 Mar 2019

Kisah miliknya..

Maret 26, 2019 0 Comments

"Dua pasang mata berkaca kaca. 
Satu milikku, 
dan satu lagi  milik dia yang tengah bercerita."


      Sesekali kami terdiam. Sembari menatapnya lekat, aku kembali menfokuskan perhatian untuk menyimak tiap kalimat yang dia ucapkan. Mendengarkan, juga ikut merasakan kesedihan yang kemarin dihadapinya.

        Kisahnya sangat menyentuh. Pengalaman sembilan bulan pulang dan berjuang di kampung halaman. Lombok timur, salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

        Hari ini adalah kali pertama kami berjumpa setelah genap sebulan kedatangan dia kembali ke kota ini. Hampir sepuluh bulan setelah kepergian mendadaknya sebab urusan penting yang tentu saja tak bisa dia tunda. Pulang demi orang tua. Menunaikan bakti sebagai anak pada sosok yang berjasa penuh dalam setiap hela nafasnya. Kemudian kepulangan itu juga menjadi jalan perjuangan luar biasa saat menghadapi sesuatu yang sama sekali tidak disangka. Gempa. Berkali kali. Ya, manusia yang sedang di hadapanku saat ini adalah salah saksi mata bagaimana gempa meluluhlantakkan sebagian wilayah bumi Nusa Tenggara.
        "Ketika menginjakkan kaki di Bandara waktu itu kakak sudah mengikhlaskan jika memang tak ditakdirkan untuk kembali lagi ke kota ini". Ujarnya membuka cerita.

          Kepulangannya saat itu adalah karna mendengar kabar bahwa Ayahnya tengah sakit. Beberapa kali bolak balik rumah sakit; dia yang berada di sini tidak pernah diberitahu tentang hal tersebut, mungkin untuk menjaga perasaannya agar tidak terlalu cemas sebab berjauhan jarak dengan orang tua.

      "Waktu pertama kali tahu malam itu kakak langsung putuskan untuk pulang dek. Sambungnya.

      Kesedihan pertama adalah saat melihat langsung orang yang sangat dicintainya terbaring lemah tak bisa berbuat apa-apa. dan selama rentang itu pula dia dan keluarga sering bolak balik rumah sakit untuk merawat Ayahnya.

"Kakak di mana saat kejadian gempa yang pertama?" Tanyaku memberanikan diri membuka suara.

     "Kakak di rumah sakit. Semua orang saat itu panik dan kami juga keluar dalam keadaan panik dan takut. Kakak, Ayah, Ibuk, dan Adek kakak yang kecil saling menyelamatkan. Semua berkumpul di luar karna khawatir tertimpa material bangunan di dalam". Ujarnya.


"Dan setelah yang pertama, ada lagi gempa susulan kedua yang lebih kuat dan beberapa gempa susulan lain". Sambungnya.



          Aku menghela nafas mendengar lanjutan ceritanya.  Banyak sekali yang dihadapinya di sana. Mulai dari  cobaan hp yang hilang entah kemana sehingga akses komunikasi terutama di whatsapp harus terputus dengan teman-teman di sini, sampai kegiatan hari hari beliau di medan pengungsian. Mengajar ngaji, mengkoordinir anak-anak remaja putri untuk membagikan nasi di tenda-tenda pengungsi, membantu Ibu, merawat Bapak, mengaktifkan diri kembali di kegiatan-kegiatan dan pengajian, lalu banyak hal lain lagi yang dia kerjakan.


 “Entah kenapa kakak serasa di lempar jauh dek". Ujarnya menyambung cerita.
 
"Kayak Allah tu benar-benar mau membuka mata kakak dan ngasi kakak pelajaran. Menghadapi kondisi yang jauh berbeda dari kehidupan disini dan saat pulang ke sana. Membuat kka sadar apa yang harus kka perjuangkan. Di tengah keadaan serba sulit apa yang harus kakak lakukan. Kakak benar benar belajar banyak hal."

           Dia dan orang-orang di sana mendapat banyak pelajaran dan tentu saja perubahan.

"Alhamdulillah dek, masjid masjid yang masih berdiri jadi penuh dipenuhi orang-orang yang shalat berjamaah, di tenda pengungsian sebelum tidur kami baca Yasin sama-sama. Itu menyenangkan , Alhamdulillah"..


       “Apa yang menyebabkan kakak kembali ke sini” tanyaku di penghujung pembicaraan kami. 

      “Kakak ingin menyelesaikan sesuatu yang sudah Kakak mulai”. Jawabnya dengan suara yang rasanya terdengar sedikit bergetar.

      "Walaupun orang tua mengatakan tidak apa-apa yang penting udah dapat ilmunya.

Tapi Kakak tau, di balik itu semua mereka pasti menginginkan kakak selesai, Kakak tidak ingin membuat mereka kecewa."

    “Dan perjuangan untuk kembali ke sini juga tidak mudah.  Kakak berjanji untuk menyelesaikan urusan disini segera dan pulang secepatnya. Itu janji yang kka sampaikan kepada orang tua."

Aku termenung. Inilah rupanya alasan dia kembali ke kota ini dan menata semuanya lagi. Untuk orang tua.

**********

Dan kamu dek. Apa ceritamu?  Tanyanya dengan senyum simpul.
       Aku terdiam sejenak sembari membalas dengan senyum yang sama sebelum akhirnya tertawa dan mengatakan.  

"Aku gak punya cerita apa-apa kak. " balasku
        Mendadak aku malu dan kehilangan percaya diri untuk menceritakan hal receh yang kerap kali kutulis di blog dan sering dibacanya saat masih di sana. Kata-kata yang tersusun di sepanjang perjalanan pergi tadi kutahan untuk dikeluarkan. Menurutku, cerita miliknya sudah cukup mengisi pertemuan kami hari ini.
 
         “Mendengar kisah kakak membuatku berfikir bahwa masalah yang kemarin rasanya besar sebenarnya adalah kecil. Tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan cerita kakak yang nilainya 100, ceritaku mungkin hanya 5." Jawabku.

"Apa itu? Ceritalah dek. Setiap orang kan punya masalah dan cerita yang berbeda. Kakak ingin mendengar ceritamu." bujuknya

       Lalu meluncurlah cerita recehku. Sedikit. Yang tentu saja  tak berarti apa-apa dibanding kisahnya.


hey,
Banyak pelajaran yang kudapat hari ini dari kakak yang ku kagumi. 
Kak Husnia.. 
Membuka satu lagi ruang berfikir untuk kita terus bersyukur, bersyukur dan bersyukur.
  
“Orang hebat pasti akan diuji dengan ujian yang hebat” 
Aku yakin, salah satunya adalah kamu Kak.

Aku kagum padanya.. 
"Selamat berjuang kakak ku sayang. Semoga kakak dimudahkan urusannya untuk  mewujudkan harapan mereka yang tengah merindukan kka di sana. (Ayah, Ibu, adek, dan keluarga kakak)

Aamiin.."


Laa haula wa laa quwwata illa billahil aaliyyul aaziim

********

@Catatan.Aksara
-Penghujung Maret 2019-





1 Mar 2019

Namanya Takdir ..

Maret 01, 2019 0 Comments


Di dunia ini
Ada yang tak mampu kita lawan.
Tidak bisa dielakkan.

Namanya takdir.
Sesuatu yang semakin kita tanyakan maka semakin tak kita temukan jawaban.
Sulit diprediksi, hanya untuk diikuti.

****
Di semesta ini
Ada yang harus kita terima apa adanya.
Terima semuanya, apa saja.

Namanya takdir.
Sebuah rahasia besar yang barangkali membuat kita geleng-geleng kepala.
Tidak menyangka akan seperti apa.

****
Iya, namanya adalah takdir.
Naskahnya tak bisa eja.
Alurnya tak bisa di baca.
Jalannya tak bisa diterka.

Tugas kita sebagai manusia hanya tunduk dan percaya.
Sebab itu bukti ketaatan kita kepada Pencipta.
Bukankah setiap makhluk yang beriman memang mesti tunduk pada qada qadar-Nya.?

****
Begitulah garis takdir.
Segala sesuatu yang terjadi saat ini sesungguhnya telah tertulis jauh sebelum kita ada.

"Tinta yang telah mengering.
Lembar yang sudah siap dibacakan."

Di dalamnya ada banyak cerita hidup.
Tentang kebahagiaan yang membuncah.
Tangis yang membuat air mata tumpah.
Satu persatu alur hidup ini teratur sempurna, sedetail detailnya.

****
Allah lah Sang Pemilik Hakiki sebuah rencana. .
Kita manusia.
Hanya bisa percaya.

****
#Catatan.Aksara💙